Petani Padi Di Kabupaten Kulon Progo Akan Lakukan Panen Raya

Berita Egatama — Kulon Progo mulai panen raya dengan lahan pertanian padi 10.500 hektare. Panen raya ini semoga mampu memenuhi kebutuhan beras dan mempertahankan surplus di wilayah Kulon Progo. Aris Nugraha Kepala Dinas Pertanian dan Pangan kabupaten Kulon Progo, Kamis (4/7/2019), mengatakan di beberapa daerah di kabupaten Kulon Progo akan berlangsung panen raya padi, dengan stok ini di harapkan di Kulon Progo tetap aman dalam setiap tahunnya. "Kami berharap hasil panen tahun ini baik, di sisi lain, kami melakukan wiwitan sebagai ungkapan syukur kepada Allah SWT, dan upaya melestarikan budayanya," kata Aris. Pihaknya akan melakukan pemantauan dan mengawal luas tanam ini sampai panen. "Kami akan mengantisipasi tanaman padi ini dari ancaman serangan organisme pengganggu tanaman (OPT) dan potensi kekurangan air," katanya.
Aris mengatakan panen dimulai dari Bulak Giripeni seluas 52 hektare dan berlanjut ke Temon. Ketua Gapoktan Giripeni Untung Suharjo mengatakan luas panen di Gapoktan Giripeni seluas 52 hektare. Meski sempat terjadi kekeringan, tapi dapat diselamatkan dan dapat panen. Rata-rata ubinan produktivitas padi 8 ton per hektare gabah kering panen (GKP). "Produktivitas panen kali ini mengalami peningkatan dibandingkan masa tanam pertama. Pada masa tanam pertama produksinya mengalami penurunan karena ada serangan organisme pengganggu tanaman (OPT), sehingga produktivitasnya hanya 7,5 ton per hektare GKP, sekarang 8 ton per hektare GKP," katanya.
Hari Kamis, 04 Juli 2019
Editor
Rating
★★★★★

Redaksi Egatama

Komentar Anda