Logo Berita Egatama
Pembagian Dapil Pemilu Kulon Progo Tetap Sama Dengan Pemilu 2014
Berita Egatama — Pada pelaksanaan pemilihan umum (Pemilu) 2019 mendatang, pembagian daerah pemilihan (Dapil) di Kabupaten Kulonprogo tetap sama dengan Dapil pada pemilu 2014 silam. Penetapan Dapil tersebut disosialisasikan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kulonprogo, Kamis (26/4).

Ketua KPU Kulonprogo, Muh Isnaini menungkapkan, sesuai Keputusan KPU RI nomor 277/PL.01.3-Kt/KPU/IV/2018, Dapil Pemilu 2019 di Kulonprogo tetap sama dengan periode sebelumya. Yakni terbagi dalam lima Dapil. Meliputi Dapil I  terdiri dari Kecamatan Wates, Temon, Panjatan, Dapil II terdiri dari Kokap dan Pengasih, Dapil III terdiri dari Samigaluh, Girimulyo, dan Kalibawnag, Dapil IV terdiri dari Nanggulan dan Sentolo, serta Dapil V terdiri dari Galur dan Lendah.

Sebelum ditetapkan, KPU Kulonprogo telah menggelar workshop hingga uji publik terkait usulan Dapil. Dari proses itu, ada tiga usulan Dapil yang diajukan ke KPU pusat. “Yang memutuskan KPU RI, dan ditetapkan untuk Dapil Kulonprogo tetap sama,” ungkap Isnaini, pada sosialisasi yang dilaksanakan di KPU Kulonprogo.

Meski Dapilnya tetap sama, namun ada pergeseran satu kursi dari Dapil Kulonprogo I ke Dapil Kulonprogo V. Jumlah kursi DPRD Kulonprogo yang diperebutkan pada Pemilu legislatif 2019 nanti, juga tetap sama. Yakni 40 kursi. Hal itu disesuaikan dengan jumlah penduduk Kulonprogo, sekitar 450 ribu.

Ada pun jumlah kursi di masing-masing Dapil yakni Dapil I (Wates, Temon, Panjatan) sebanyak 10 kursi. Jumlah kursi ini berkurang dari Pemilu lalu sebanyak 11 kursi karena satu kursi digeser masuk ke Dapil V (Galur dan Lendah) dari yang sebelumnya tujuh kursi menjadi delapan kursi.

Sedangkan jumlah kursi di Dapil lainnya tetap sama, yakni Dapil II (Kokap-Pengasih) delapan kursi, Dapil III (Samigaluh, Girimulyo, dan Kalibawnag) delapan kursi, dan Dapil IV (Nanggulan-Sentolo) tujuh kursi.

“Setiap parpol maksimal menyiapkan calon legislatif sebanyak kursi yang tersedia di setiap Dapil dan wajib memasukan 30 persen kuota perempuan. Kalau kuota perempuan tidak terpenuhi, harus diperbaiki,” paparnya.

Komisoner KPU Kulonprogo, Panggih Widodo menambahkan, dalam Pemilu mendatang, untuk menentukan caleg terpilih tidak lagi menggunakan perhitungan atas dasar nilai Bilangan Pembagi Pemilih (BPP) tetapi menggunakan metode sainte lague dengan dasar peringkat suara. “Metode ini bisa mengakomodasi partai sesuai perolehan suara dan dianggap paling mendekati proporsional dan,” imbuhnya.
Sumber : Klik Di Sini
HariKamis, 26 April 2018
JudulPembagian Dapil Pemilu Kulon Progo Tetap Sama Dengan Pemilu 2014
Oleh
Rating
★★★★★
KOMENTAR ANDA