Logo Berita Egatama
Paska SP III, Bupati Kulonprogo Kembali Temui Warga Penolak
Berita Egatama — Bupati Kulonprogo, Hasto Wardoyo, kembali akan datang menemui warga penolak yang masih bertahan di dalam wilayah Izin Penetapan Lokasi (IPL) pembangunan bandara New Yogyakarta International Airport (NYIA) di Kecamatan Temon.

Langkah itu dilakukan untuk menyampaikan upaya yang akan dilakukan Pemkab untuk membantu warga penolak setelah pemberian Surat Peringatan (SP) III. PT Angkasa Pura I telah menyampaikan SP III atau surat peringatan terakhir tersebut, Rabu (26/4), bagi warga penolak untuk segera mengosongkan rumah dan lahan serta pindah ke luar dari wilayah IPL.

“Hari ini saya mengundang Direktur Utama PT Angkasa Pura I untuk silaturahmi ke Paku Alam juga datang ke Kulonprogo. Yang dibahas persiapan untuk pengkondisian paska SP III,” kata Bupati Hasto, Kamis (26/4).

Hasto juga menyatakan akan menemui dan berdialog lagi dengan warga yang masih menolak pada Kamis (26/4) malam atau Jumat (27/4). Meski pada pertemuan sebelumnya warga menyatakan tetap menolak namun Hasto mengaku tidak kapok untuk kembali berdialog dengan warga. Dalam pertemuan, Hasto akan menyampaikan upaya-upaya yang akan dilakukan Pemkab untuk membantu warga yang harus terelokasi.

“Tentang diterima atau tidak, itu urusan nomer tiga lah, tetapi yang nomer satu kita silaturahmi, yang kedua menyampaikan niat baik. Kalau kami belum sempat menyampaikan itu terus mereka (warga) digusur paksa kan saya bagaimana wong itu warga kami,” tuturnya.

Menurutnya, menemui warga untuk berdialog merupakan proses yang harus dilakukan. Meski demikian, pihaknya tidak harus optimis bahwa warga akan bersedia membuka ruang dialog. “Ya kami berharap mereka juga dibukakan hatinya,” katanya.

Mengenai teknis langkah terakhir untuk pengosongan lahan dengan pemindahan paksa terhadap warga atau seperti apa, menurut Hasto hal itu merupakan kewenangan dari PT Angasa Pura I. Bagi Pemkab, pihaknya akan menyempurnakan usaha untuk membantu warga.

“Bagi kami, Pemda ini, berusaha menyempurnakan ihtiar (usaha), meluruskan niat, sebelum saya tawakal. Artinya kan betul-betul harus menyempurnakan ihtiar, saya ketemu, saya sampaikan,” ucapnya.

Terkait solusi bagi warga yang masih bertahan di dalam IPL, menurutnya akan bersifat kasuistik sesuai permasalahan yang dihadapi warga. Dicontohkan, bila ada warga yang tidak punya tanah lain dan rumah di luar IPL maka dimungkinkan dibantu dengan relokasi di tanah Paku Alam Ground (PAG).

“Kalau yang sudah punya tanah, mau pindah ke mana ya kami bantu. Masalah uangnya (ganti rugi yang dititipkan di pengadilan) kalau mau segera diambil kami juga membantu biar cepat bagaimana caranya. Yang difabel kami urus sebaik-baiknya,” katanya.

Selain itu, tanah PAG di wilayah IPL yang diberikan ganti rugi juga dimungkinkan untuk membeli tanah lagi di Kulonprogo oleh Puro Pakualaman. “Sehingga itu juga bisa dipakai sebagai lahan produktif bagi rakyat,” imbuhnya.

Terpisah, Juru Bicara Proyek Pembangunan NYIA PT Angkasa Pura I, Agus Pandu Purnama mengatakan, setelah penyampaian SP I hingga III kemudian akan dilaksanakan pengosongan lahan. Langkah itu akan dilaksanakan bersama aprat keamanan dengan tegas dan terukur namun tanpa mengesampingkan kebutuhan masyarakat.

Sumber : Klik Di Sini
HariKamis, 26 April 2018
JudulPaska SP III, Bupati Kulonprogo Kembali Temui Warga Penolak
Oleh
Rating
★★★★★
KOMENTAR ANDA